Targeting Customer dan Gathering Information
Targeting customer adalah proses menentukan kelompok pelanggan utama yang menjadi sasaran bisnis. Artinya, perusahaan tidak melayani semua orang, tetapi fokus pada konsumen yang paling sesuai dan menguntungkan, sedangkan Gathering information adalah kegiatan mengumpulkan data dan informasi tentang perilaku, kebutuhan, serta karakteristik pelanggan agar perusahaan bisa mengambil keputusan yang tepat.
Contohnya, Uniqlo menargetkan remaja dan profesional muda dengan gaya berpakaian sederhana dan nyaman, sedangkan ZARA mengumpulkan data tren dari media sosial dan penjualan untuk menyesuaikan produknya dengan cepat.
Konsumen saat ini memiliki kekuatan yang lebih besar karena banyak pilihan tempat, waktu, dan cara berbelanja. Akibatnya, ekspektasi mereka terhadap peritel juga semakin tinggi. Oleh karena itu, peritel harus memahami konsumen secara mendalam dengan memanfaatkan data digital agar dapat:
- Mengenali siapa pelanggan mereka
- Mengetahui apa yang dibutuhkan pelanggan
- Memberikan pelayanan yang sesuai harapan konsumen
Perusahaan perlu menganalisis beberapa faktor konsumen secara terpadu agar strategi yang dibuat benar-benar tepat sasaran.
Faktor-Faktor dalam Memahami Konsumen
- Demografi. Demografi adalah data konsumen yang objektif dan mudah diukur, seperti usia, jenis kelamin, pendapatan, pendidikan, pekerjaan, ukuran keluarga, hingga lokasi tempat tinggal. Data demografi membantu peritel mengetahui siapa pelanggan mereka dan menyesuaikan produk serta harga dengan kemampuan konsumen.
- Gaya Hidup. Gaya hidup menggambarkan cara konsumen menjalani hidup dan menghabiskan waktu serta uangnya. Gaya hidup sangat dipengaruhi oleh demografi, terutama pendapatan. Misalnya, konsumen dengan pendapatan tinggi cenderung memiliki uang sisa (discretionary income), tetapi waktu belanja lebih sedikit karena kesibukan kerja. Hal ini memengaruhi strategi ritel, seperti jam operasional dan layanan online.
- Kebutuhan dan Keinginan. Kebutuhan adalah hal dasar yang harus dipenuhi konsumen sesuai kondisi hidupnya. Keinginan adalah hal tambahan yang bersifat opsional dan dipengaruhi oleh selera dan prestise. Contohnya, seseorang membutuhkan mobil untuk bekerja, tetapi mungkin menginginkan mobil mewah. Peritel harus mampu menyesuaikan strategi agar kebutuhan utama tetap terpenuhi tanpa mengabaikan keinginan konsumen.
- Sikap dan Perilaku Belanja. Sikap dan perilaku belanja menunjukkan bagaimana konsumen mengambil keputusan saat membeli. Ini termasuk kebiasaan belanja, loyalitas, serta preferensi terhadap merek atau tempat belanja tertentu. Data ini penting untuk menentukan pendekatan promosi dan pelayanan yang tepat.
- Belanja di rumah (in-home shopping)
- Belanja online atau melalui ponsel
- Belanja di luar kota (outshopping)
- Menentukan pendekatan pasar sasaran
- Memilih kelompok konsumen tertentu yang paling potensial
- Mempelajari karakteristik, kebutuhan, dan sikap pasar sasaran
- Menganalisis cara konsumen mengambil keputusan
- Menyusun dan menerapkan bauran strategi ritel yang sesuai
- Dalam saluran ritel yang efektif, informasi mengalir antara:
- Pemasok: membutuhkan data penjualan, inventaris, dan loyalitas merek
- Pengecer: membutuhkan info produk baru, harga, dan pelatihan
- Konsumen: membutuhkan informasi produk, garansi, metode pembayaran, dan kebijakan toko
- Mengumpulkan dan menyimpan data
- Menganalisis kekuatan dan kelemahan bisnis
- Mendukung pengambilan keputusan strategis
- Menentukan masalah
- Menggunakan data sekunder (data yang sudah ada)
- Mengumpulkan data primer (data baru)
- Menganalisis data dan membuat rekomendasi
Komentar
Posting Komentar